Background

BB (Batak Bola)

aku lagi browsing di Internet, iseng-iseng saya coba ketik Indonesian Player in Italy di om Google, karena saya habis baca tabloid bola yang membahas tentang Irfan Bachdim, pemain keturunan Indonesia-Belanda yang bermain untuk Utrech FC. Eh ga taunya, saya malah dapat informasi kalo ada pemain sepakbola keturunan Indonesia-Belgia bermain di Klub Piacenza Serie B, namanya adalah Radja Nainggolan. Kalau dilihat dari nama belakangnya Nainggolan, ternyata dia masih memiliki keturunan sebagai suku Batak (Bangga nih yang suku Batak), ayahnya adalah orang asli Indonesia sedangkan Ibunya adalah orang Belgia. Radja Nainggolan lahir di Belgia, 4 Mei 1988. Dia memulai debutnya 2005/2006, tapi hanya bermain untuk tim Inti sekali, begitu juga untuk musim keduanya. Pada Musim ketiga (2007/2008), dia mulai mendapatkan porsi bermain lebih banyak yaitu dengan tampil 10 kali di tim Inti Piacenza. Saat ini musim 2008/2009, Radja telah bermain 36 kali dengan mencetak 3 gol. Gol pertama kalinya untuk Piacenza di Serie B pada tanggal 25 OKtober 2008 ketika timnya melawan Treviso.


Selain itu saya juga mendapatkan petikan wawancara yang dilakukan Goal.com Indonesia-Italy.

GOAL.com Indonesia dibantu oleh Daniele Perticari dan Sergio Stanco dari GOAL.com Italia sehingga wawancara ini berjalan lancar. Berikut ini kutipan wawancara GOAL.com dengan Radja Nainggolan melalui telefon.

GOAL.com: Bagaimana pengalaman Anda bermain untuk Piacenza?

RADJA NAINGGOLAN: Menarik sekali bermain di sini. Ini musim yang keempat buat saya, dan ketiga di skuad utama. Saya sangat senang dan saya yakin saya bisa bermain lebih baik di masa mendatang.

GOAL.com: Bagaimana Anda bisa menembus skuad Piacenza? Coba ceritakan sedikit perjalanan Anda ke liga Italia.

RADJA: Agen saya asal Swiss, Alessandro Beltrami - agen yang berperan mendatangkan Valon Behrami ke Lazio dan kemudian West Ham United - suatu hari datang ke Belgia untuk mencari pemain-pemain berbakat. Awalnya, saya tidak tahu siapa dia, tapi saat itu saya bermain untuk GBA [singkatan dari KFC Germinal Beerschot Antwerpen, klub Liga Juplier Belgia]. Dia sangat terkesan dengan penampilan saya dan bertanya apakah dia bisa diresmikan sebagai agen saya. Kemudian, saya tiba di Italia tapi semuanya jadi sulit. Sepakbola Italia jauh lebih tangguh dibanding sepakbola Belgia. Jadi saya harus bekerja lebih keras ketika latihan, dan memaksa diri beradaptasi dalam dunia baru ini

GOAL.com: Siapa tim atau pemain lawan paling tangguh yang pernah dihadapi Anda? 

RADJA: Tidak hanya satu. Banyak sekali lawan yang kuat di Italia. Sulit bagi saya untuk menyebut nama-namanya.

GOAL.com: Anda campuran Indonesia-Belgia. Tim nasional mana pilihan Anda?

RADJA: Belgia. Saya belum pernah ke Indonesia. Ayah saya orang Indonesia dan dalam waktu dekat ini saya akan ke sana untuk bertemu dengan ayah - untuk pertama kalinya di negerinya sendiri. Ia lebih sering ke sini dan ke lapangan langsung untuk melihat saya bertanding, tapi saya sendiri belum pernah ke Indonesia bersama ayah.

GOAL.com: Jika Anda gagal menembus skuad Belgia, apakah Anda bersedia membela tim nasional Indonesia, jika tawaran itu diajukan oleh PSSI?

RADJA: Saya tidak tahu. Hal ini sangat sulit karena saya masih muda dan sudah mengenakan kostum tim U-21 Belgia. Saya masih bisa memilih hingga tim senior memanggil. Saya pikir Indonesia berpeluang membangun tim yang lebih solid jika memanggil pemain-pemain Eredivisie yang tidak memperkuat timnas Belanda [seperti Irfan Bachdim]. Saya pernah ditanya sekali, dalam sebuah wawancara, apakah berminat membela timnas Indonesia. Itu saja.

GOAL.com: Apa yang Anda ketahui tentang Indonesia, sebagai negara maupun sepakbolanya?

RADJA: Pengetahuan saya terhadap Indonesia sangat sedikit, karena saya belum pernah ke sana, dan saya hanya tahu sedikit mengenai makanan Indonesia.

GOAL.com: Apakah Anda pernah berbicara dalam bahasa Indonesia?

RADJA: Tentunya tidak!

GOAL.com: Bagaimana gaya permainan Anda?

RADJA: Konsentrasi penuh dengan menikmati gaya permainan yang saya terapkan. Di Belgia, saya merasa senang bersama rekan-rekan di GBA karena kami teman-teman baik. Di Italia, tekanan lebih tinggi dan lingkungannya beda, sehingga gaya permainan juga berbeda. Saya tipe orang yang ingin bercanda dan merasa senang sebelum kick-off. Dengan kondisi seperti itu, saya akan fokus untuk meraih kemenangan dan mengambil keputusan yang tepat di lapangan.

GOAL.com: Siapa saja pemain favorit Anda?

RADJA: Ronaldinho. Ia pemain yang kuat dan murah senyum. Ia selalu dalam keadaan senang, dan bagi saya itulah cara terbaik untuk menghadapi permainan hebat seperti sepakbola. Impian saya? Saya ingin bermain di Serie A. Semoga keinginan saya tercapai...!

Jika dilihat dari petikan wawancara di atas, sudah pasti kecil kemungkinan Radja Nainggolan untuk bermain bersama tim merah-putih. Dia saat ini sudah masuk tim Nasional Belgia U-21 dan sudah berlaga untuk Piala Eropa U-21.

Categories: Share

Leave a Reply